Minggu, 30 Mei 2021

Setia adalah sebuah pilihan

 Analogi.


Setia adalah sebuah pilihan, sebuah perjuangan bergolak batin, ketika yang dimiliki bukanlah menjadi yang diingini, bukan karena kurang atau lebih nya, namun terkadang setan membuat selera kita yang biasanya ketupat sayur tiba tiba sangat ingin mencicipi kuetiaw seafood.

Ketupat sayur yang sudah lezat sempurna saja masih bisa kita abaikan karena bosan, apalagi yang memang keasinan atau hambar penuh cela.

Wangi kuetiaw semerbak disepanjang jalan, mata melihat seruput nikmat para penikmat di pinggir jalan, hidung dimanjakan oleh wangi yang mengiang-ngiang. Tapi ingat ada ketupat di rumah. Bisa saja kita tak setia, menyicip di pinggir jalan, namun apakah masih sanggup makan ketupat ketika perut sudah terisi kuetiaw yang menggoda, tentu saja lebih begah dari biasanya dan ketupat pun dicampakan lalu menjadi basi.

Ketika kita memilih untuk memakan semua nya sekaligus, runyam masalah sakit perut dan mual karena terlalu banyak makan, tetap saja ingin kuetiaw lagi dan lagi, akhirnya tak sanggup mendua, tetap saja memilih untuk mengabaikan ketupat.

Ketika kita sudah berhenti memakan ketupat, dan rutin memakan kuetiaw sebagai bahan pokok, tiba tiba perut kita sakit, tak kuat menahan gurih setiap hari, ternyata baru menyadari apa yang lezat belum tentu baik dan cocok bagi diri, sehingga kita menyesal sudah tak setia.


Lebih baik tutup mata telinga dan hidung dari makanan penggoda, karena sekali tergoda, sangat sulit untuk melupakan nikmat nya.

Tidak ada komentar: