Cinta sejati dan cinta khianat.
Sebuh kisah antara Yang mencintai begitu dalam, dan si penista cinta.
Dari aku yang sering menghianati Mu.
Mata ku yang bagai menjadi sungai deras seketika setelah mengabaikan Mu, mengacuhkan Mu.
Kenyataan mengatakan aku bukan pencinta yang baik, selalu tak penuhi ingin Mu, tak berjuang mencintai Mu dengan lebih baik.
Aku yang bodoh lalu menyesal, lagi dan lagi, karena aku sadar bahwa tak ada yang lebih hebat mencintai ku dibanding Engkau. Aku tak bisa lari dan tak bisa kemana pun selain mengemis cinta Mu lagi, setelah aku sia-sia kan.
Aku yang selalu berdosa, keji, jahat dan kotor, namun tak bisa menafikan cinta Mu selama ini.
Hubungan yang begitu rumit, ketika cinta yang tulus diberikan kepada penista seperti diri ku.
Kepada Sang Maha Kasih.
Dari aku yang sering menghianati Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar