Jumat, 08 Februari 2013

nasyid hari ini

Sepotong Episode (masa lalu)

Album : Sepotong Episode
Munsyid : Edcoustic


sebuah kisah masa lalu hadir di benakku
saat kulihat surau itu
menyibak lembaran masa yang indah
bersama sahabatku

reff:
sepotong episode masa lalu aku
episode sejarah yang membuatku kini
merasakan bahagia dalam diin-Mu
merubah arahan langkah di hidupku

setiap sudut surau itu menyimpan kisah
kadang kurindu cerita yang
tak pernah hilang kenangan
bersama mencari cahayamu

by: http://liriknasyid.com

Selasa, 18 Desember 2012

soundtrack yang lumayan memotifasi (Fly to your heart)


Watch all the flowers
Dance with the wind
Listen to snow flakes
Whisper your name
Feel all the wonder
Lifting your dreams… You can fly

Fly to who you are
Climb upon your star
You believe you'll find your wings
Fly…
 to your heart

Touch every rainbow
Painting the sky
Look at the magic
Glide through your life
A sprinkle of pixie dust
Circles the night…You can fly

Fly to who you are
Climb upon your star
You believe you'll find your wings
Fly

Everywhere you go
Your soul will find a home
You'll be free To spread your wings
Fly…You can fly
To your heart

Fly to the heights of all you can be
Soar on the hope of marvelous things

Fly to who you are
Climb upon your star
You believe you'll find your wings
Fly

Everywhere you go
Your soul will find a home
You'll be free To spread your wings
Fly…You can fly
To your heart

latihan nasyid

kami para akhwat latihan nasyid di salah satu gedung di UIN JKT. saat azan magrib berkumandang kami menghentikan latihan lalu bergegas ke masjid fathullah. namun saat kami menuju lantai dasar dan ingin membuka pintu kaca, tiba tiba kami tersadar bahwa kami terkunci.

innnalillah... kami panik. aku dan elfi langsung mencari pintu lain di sisi gedung. namun semua sama. langit semakin gelap. lampu lampu mati. ruangan ruangan terlihat mencekam. elfi hampir menangis ketakutan. kami semua panik dan memanggil manggil orang yang bekerja sebagai buruh bangunan di bawah. kami minta tolong dicarikan kunci atau tangga untuk keluar dari gedung itu. elfi tidak mau turun dengan tangga. aku bilang padanya bahwa itu lebih baik dibanding kita tetap disini sampai besok. bapak bapak buruh bangunan itu berusaha mencari tangga.

saat tangga sudah digotong tiba tiba ada seseorang keluar dari salah satu ruangan disana. kami semakin kaget dan panik. namun orang itu seperti pegawai. kami langsung bertanya, apa bapak bawa kunci? bapak itu malah bercanda dan bilang bahwa kita semua akan disini sampai besok. tapi tidak mungkin karena bapak itu bicara sambi terus berjalan ke arah pintu kaca yang terkunci di bawah. sambil berjalan ke arah tangga, kami berteriak pada bapak bapak buruh bahwa kami sudah mendapat kunci. kami sangat bertrimakasih dan meminta maaf karena sudah merepotkan banyak orang.

kami sangat lega karena sudah keluar dari sana. setelah bertrimakasih seadanya kepada bapak pegawai itu, kami langsung pergi, namun kami tidak memperhatikan bapak pegawai tadi karena kami langsung bergegas dan sibuk dengan kelegaan kami sendiri. kami tidak tau dimana bapak pegawai itu sekarang.

aku terdiam. aku teringat bahwa ustad di salah satu TV swasta pernah mengatakan bahwa malaikat itu bertebaran di bumi dalam jelmaan manusia yang macam macam. lebih gila lagi saat kita keluar rumah dan langsung berada di alam malaikat. semua itu gaib. wallahu alam.

yang paling jelas hanyalah kita dapat pelajaran dari ini semua. bahwa kita harus lebih hati hati dalam memilih tempat dan juga memiliki izin pakai.

Jumat, 21 September 2012

berharap pada si "hati lembut"

hari ini siroh Abu Bakar Assidiqh
:') sangat menyentuh...
sosok yang sangat... sangat... sangat... lembut,
lelaki terbaik setelah Rasulullah
dan sahabat yang paling dicintai Rasulullah
yang penuh pengorbanan dan kesetiaan untuk islam...

sosok yang lembut ini membuat para jama'ah yang seluruhnya akhwat itu bertanya-tanya, akankah calon pendamping kita kelak seperti Abu Bakar?

semoga kami dipantaskan untuk mendampingi sosok seperti Abu Bakar
aamiin... ya RAHMAAN...
 
(mau lebih kenal dengan beliau? coba aja search di google atau buku tentang pengorbanan abu bakar yang lembut hatinya ini)

Rabu, 19 September 2012

bukan teman, tapi saudara

rasa ini hanya Allah yang tau benar...

dikala hati mulai mengeras,
dikala kehidupan terjalani dengan hati yang tak tentram,
dikala kaki mulai terseret lelah,
dikala masalah menjadi penyakit-penyakit jiwa...

ketika itu pula masa masa bertatap muka dengan wanita-wanita shalihah yang ku sebut saudara itu menyembuhkan sebagian besar kegelisahan itu,
seketika hati ini memuai, dan senyum mencair ikhlas...

cara menjalani kehidupan yang mereka perlihatkan kepadaku membuat aku tersihir
membuat aku makin cinta pada agama ini,
membuat semuanya terasa sangat tulus dan suci

aku ingin menjadi penonton setia untuk setiap penggal episode yang dibintangi oleh mereka
jikalau mungkin, aku ingin menjadi bagian dari episode-episode mereka tanpa henti
bahkan saat dunia ini telah usai, aku ingin tetap menjadi salah satu nama yang terpatri di hati mereka

menjadi saudara, selamanya...

cinta ini hanya kerena Allah, cinta ini hanya dari Allah, cinta ini hanya akan berakhir karena Allah juga,
dan Allah tak kan pernah berakhir, apalagi menghentikan cinta suci ini,
maka kekallah cinta ini...
selamanya... bersama kekekalan cinta Allah pada hamba yang mencinta Nya dan saling mencinta berlandaskan nama Allah

by : AIK

Minggu, 09 September 2012

06 september 2012

seorang sahabatku yang terlihat lemah fisiknya berkata : "ada atau gak adanya aku di sini, dakwah ini akan tetap berjalan. makanya aku kuat-kuatin untuk bertahan di sini sesulit apapun, aku gak mau ditendang dari sini."

aku langsung tersentak dalam hati, lalu terdiam dan berkata dalam hati... "aku juga gak mau di tendang oleh takdir dari lingkar cinta ini... aku gak mau gak ada andil dalam dakwah ini... semua terlalu berharga..." lalu do'a rabithah terngiang di dalam hati dan fikiran ku... "kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalannya, terangilah dengan Cahaya MU yg tiada pernah padam, ENGKAUlah pelindung dan pembela kami"

Sabtu, 01 September 2012

Nasyid Hijrah - Bestari

Telah kuputuskan untuk selalu taat hanya satu kepada Alloh
Bukan pada dunia yang membuatku lupa dan terjebak nafsu durjana
Sungguh aku ingin masuk surga, tak ingin neraka yang menyala

Lalu aku pun berubah tinggalkan masa laluku yang gulita
Berpakaian Islami walau dilarang mami namun Alloh tetap dihati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..

**
Semua kawanku bilang
Aku tak lagi menawan
Rambut tak kelihatan
Muka tanpa polesan
Body kupun tidak dipamerkan {2 kali}

Sholatku jadi rajin nyontekpun kutinggalkan mengkaji Qur'an kegemaranku
Lalu doiku lari, kawan-kawanku pergi, namun Alloh tetap dihati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..

Lalu aku pun berubah tinggalkan masa laluku yang gulita
Berpakaian Islami walau dilarang mami namun Alloh tetap dihati.
Sungguh aku ingin masuk surga, jadi aku ingin insyaf saja..(kembali ke **)

Pengirim : ro_nun_ya untuk Sumber
Sumber http://myquran.com

Dapatkan lirik-lirik nasyid di http://www.liriknasyid.com

Jumat, 10 Agustus 2012

spesialis wakaf

(klik gambar untuk memperbesar)

wakaf produktif, yaitu mengelola harta wakaf dengan mempertahankan hal pokoknya, lalu menyalurkan hasil pengelolaannya untuk orang-orang yang membutuhkan.


contoh harta wakaf yang dikelola: 
  • rumah kontrakan dan ruko, setiap bulan menghasilkan uang yang siap sedia untuk disalurkan tanpa henti.
  • lahan yang ditanami pohon yang kayunya dipanen, setiap panen menghasilkan uang dalam jumlah besar yang selalu siap untuk membantu memanuhi kebutuhan si miskin/orang kecil.


Singapura yang telah mengelola wakaf secara tepat, telah menghasilkan 21 M pertahun dari hasil pengelolaan wakaf yang produktif.

bagaimana dengan INDONESIA?


by: ARINI INDI KHAIR


mohon untuk search di google tentang "wakaf produktif", atau bisa juga klik link ini: sedikit hal tentang wakaf produktif 

Selasa, 31 Juli 2012

jaga saudari kita yuk :D

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ


barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah berkhalwat dg seorang wanita tanpa mahramnya (wanita tersebut) karena yg ketiga adalah syaitan (HR Ahmad No. 14124, dari Jabir bin Abdullah)



karena hal itu haram, jadi sebagai saudara sesama muslim, kita harus menjaga saudara kita dari perbuatan terlarang tersebut, menjaganya secara terang-terangan ataupun diam-diam seperti gambarku di atas :D (klik gambar untuk memperbesar)

Sabtu, 28 Juli 2012

mari berwudu

Dalam wudhu kesucian hakiki itu terwujud, karena Allah telah menciptakan seorang malaikat untuk setiap tetes air wudhu yang mengalir di tubuh kita (klik gambar untuk memperbesar)



  informasi lengkap tentang berwudu klik web ini :  semua tentang berwudu (^_^) 


ukhuwah nan indah

kesatuan muslim itu bagai sebuah tubuh, jika ada yang sakit, maka semua juga merasakan sakitnya, begitulah hadis yang pernah aku baca di buku perpustakaan, jadi sayangilah sesama muslim, dan jangan sampai ada yang tersakiti :D (klik gambar untuk memperbesar)



Orang Islam karena imannya tidak mencintai ketika ia harus mencintai melainkan karena Allah Ta‘ala, dan tidak membenci ketika ia harus membenci melainkan karena Allah Ta‘ala, karena ia tidak mencintai kecuali apa yang dicintai Allah Ta‘ala dan Rasul-Nya, dan ia tidak membenci kecuali apa yang dibenci Allah Ta‘ala dan Rasul-Nya. Jadi, orang Muslim mencintai karena Allah dan Rasul-Nya, dan membenci karena keduanya. Dalilnya ialah sabda Rasulullah saw.,

"Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan menahan pemberian karena Allah, sungguh ía telah rnenyempurnakan imannya." (Diriwayatkan Abu Daud).

Berangkat dan perspektif inilah, orang Muslim mencintai seluruh hamba-hamba Allah Ta‘ala yang shalih, ia berikan loyalitasnya kepada mereka, membenci seluruh hamba-hamba-Nya yang fasik, dan memusuhi mereka. Ini tidak menghalangi orang Muslim untuk menjadikan sahabat-sahabatnya sebagai saudara-saudara karena Allah, dan ia beri cinta khusus kepada mereka, sebab Rasulullah saw. menganjurkan menjadikan teman-teman yang baik sebagai saudara-saudara karena Allah Ta‘ala dengan sabda-sabdanya, seperti sabda-sabdanya berikut ini:

Sabda Rasulullah saw.,

"Orang Mukmin itu jinak dan bisa dijinakkan. Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak jinak, dan tidak bisa dijinakkan." (Diriwayatkan Ahmad, Ath-Thabrani, dan Al-Hakim yang meng-shahih-kannya).

"Sesungguhnya di sekitar Arasy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya, dan di atas mimbar-mimbar tersebut terdapat orang-orang di mana pakaian mereka adalah cahaya, dan wajah mereka adalah cahaya. Mereka bukan nabi, dan bukan pula syuhada'. Para nabi, dan syuhada' iri kepada mereka." Ditanyakan kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, sebutkan sifat-sifat mereka kepada kita."  Rasulullah saw. bersabda, "Mereka saling mencintai karena Allah, saling duduk karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah." (Diriwayatkan An-Nasai. Hadits ini shahih).

"Sesungguhnya Allah Ta‘ala berfirman, ‘Kecintaan-Ku berhak dimiliki orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku. Kecintaan-Ku berhak dimiliki orang-orang yang saling menolong karena-Ku'." (Diriwayatkan Ahmad dan Al-Hakim yang men-shahih-kannya).

"Ada tujuh orang yang dilindungi Allah di bawah lindungan-Nya pada hari tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya: (1) pemimpin yang adil, (2) pemuda yang besar dalam ibadah kepada Allah Ta'ala, (3) orang yang hatinya menyatu dengan masjid, (4) dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) orang yang menyendiri berdzikir kepada Allah kemudian matanya mengucurkan airmata, (6) orang yang diajak oleh wanita yang berketurunan baik dan cantik kemudian ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah Ta‘ala, (7) dan orang yang bersedekah dengan sedekah kemudian ia merahasiakannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya." (Diriwayatkan Al-Bukhari).

"Seseorang berkunjung kepada saudaranya di desa lain, kemudian Allah menyuruh malaikat untuk berjalan mengikutinya. Ketika malaikat tersebut bertemu dengan orang tersebut, ia bertanya, ‘Engkau akan pergi kemana?' Orang tersebut menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini?' Malaikat bertanya, ‘Apakah karena nikmat yang ingin engkau dapatkan?' Orang tersebut menjawab, ‘Tidak, hanya saja aku mencintai saudaraku tersebut karena Allah.' Malaikat berkata, ‘Aku adalah utusan Allah kepadamu untuk mengatakan kepadamu bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu tersebut'." (Diriwayatkan Muslim).

Syarat ukhuwwah (persaudaraan) ialah harus karena Allah Ta‘ala, dan di jalan-Nya, dalam arti kata, bersih dari ikatan-ikatan dunia dan materi, serta motivasinya ialah iman kepada Allah Ta ‘ala, dan bukan yang lain.

Adapun ciri-ciri orang yang harus dijadikan sebagai saudara ialah sebagai berikut:

1. Ia berakal, karena tidak baik bersaudara, atau bersahabat dengan orang yang kurang waras.

2. Ia berakhlak mulia, sebab orang yang amoral kendati ia berakal, namun bisa saja ia dikalahkan syahwat, dan emosi mendominasinya, akibatnya ia berbuat jahat kepada orang lain.

3. Ia bertakwa, karena orang fasik yang tidak taat kepada Tuhannya itu tidak bisa dipercaya, sebab tidak tertutup kemungkinan ia berbuat jahat terhadap saudara tanpa memperdulikan persaudaraan, dan lain sebagainya, karena orang yang tidak takut Allah Ta ‘ala itu tidak takut kepada selain Allah dalam kondisi apa pun.

4. Ia berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, jauh dari khurafat, dan bid'ah, sebab akibat buruk pelaku bid'ah itu menimpa temannya, dan karena pelaku bid'ah dan penurut hawa nafsu itu harus ditinggalkan dan diembargo, maka bagaimana mungkin menjadikan keduanya sebagai saudara, atau sahabat karib? Salah seorang dan orang-orang shalih menasihati anaknya untuk menyeleksi teman-temannya, "Anakku, jika engkau ingin bergaul dengan orang-orang, maka bergaullah dengan orang yang jika engkau mengabdi kepadanya maka ia melindungimu, jika engkau bergaul dengannya maka ia menghiasimu, dan jika perbekalanmu habis maka dia  memberikan perbekalan kepadamu. Bergaullah dengan orang yang jika engkau menyodorkan tanganmu dengan kebaikan maka ia juga menyodorkan tangannya, jika ia melihat kebaikan padamu maka ia menghitungnya, dan jika ia melihat kesalahan padamu maka ia menutupnya. Bergaullah dengan orang yang jika engkau meminta kepadanya maka ia memberi apa yang engkau minta. Bergaullah dengan orang yang jika engkau berkata maka ia membenarkan ucapanmu, jika engkau berdua ingin mendapatkan sesuatu maka ia mengangkatmu sebagai ketua, dan jika engkau berdua memperebutkan sesuatu maka ia mengutamakanmu."

Hak-hak Ukhuwah (Persaudaraan)

Di antara hak-hak ukhuwah (persaudaraan) ialah sebagai berikut:

1. Membantu dengan dana. Setiap saudara harus membantu saudaranya dengan dana jika saudaranya memerlukannya. Dalam arti bahwa uang keduanya adalah uang bersama, seperti diriwayatkan Abu Hurairah ra bahwa ia didatangi seseorang yang kemudian berkata, "Aku ingin bersaudara denganmu karena Allah, tahukah engkau apa hak persaudaraan?" Abu Hurairah berkata, "Tolong jelaskah hak persaudaraan kepadaku." Orang tersebut berkata, "Engkau tidak merasa lebih berhak atas dinarmu, dan dirhammu daripada aku." Abu Hurairah berkata, "Aku belum bisa sampai pada tingkatan itu." Orang tersebut berkata, "Kalau begitu, pergilah engkau dari sini."

2. Masing-masing dari dua orang yang bersaudara harus membantu saudaranya dalam memenuhi kebutuhannya, mengutamakan saudaranya daripada dirinya sendiri, memeriksa kondisi saudaranya sebagaimana ia memeriksa kondisi dirinya, lebih mengutamakan saudaranya daripada dirinya sendiri atau keluarganya atau anak-anaknya, menanyakannya dalam setiap tiga hari. Jika saudaranya sakit maka ia menjenguknya, jika saudaranya mengalami kesulitan maka ia membantu meringankannya, jika saudaranya lupa maka ia mengingatkannya, menyambutnya dengan hangat jika saudaranya mendekat, memberi tempat yang luas jika saudaranya ingin duduk, dan mendengarkan dengan senius jika saudaranya berbicara.

3. Menjaga lisan dengan tidak membeberkan aib saudaranya baik sepengetahuan maupun tanpa sepengetahuannya, tidak membongkar rahasianya, dan tidak berusaha mengetahui rahasia-rahasia diri saudaranya. Jika ia melihat saudaranya di salah satu jalan untuk satu kebutuhan, maka ia tidak menyuruhnya menyebutkan kebutuhannya tersebut, dan tidak berusaha mengetahui sumbernya. Ia menyuruhnya kepada kebaikan dengan lemah-lembut, melarangnya dari kemungkaran dengan lemah-lembut, tidak membantah ucapannya, tidak mendebatnya dengan kebenaran atau kebatilan, tidak mengecamnya dalam satu urusan pun, dan tidak menyalahkan perbuatannya.

4. Memberi sesuatu yang dicintai saudaranya dan lisannya dengan memanggilnya dengan nama yang paling ia sukai, menyebutkan kebaikannya tanpa sepengetahuannya atau di depannya, menyampaikan pujian orang kepadanya sebagai bentuk keiriannya kepadanya dan kebahagiaannya dengannya, tidak menasihati berjam-jam hingga membuatnya gerah, dan tidak menasihati di depan umum karena hal mi mencemarkan nama baiknya. Imam Syafi'i Rahimahullah berkata, "Barangsiapa menasihati saudaranya secara rahasia, sungguh ia telah menasihatinya dengan baik, dan menghiasinya. Dan barangsiapa menasihati saudaranya dengan terang-terangan, sungguh ia telah mencemarkan nama baiknya."

5. Memaafkan kesalahannya, tidak mengambil pusing dengan kekeliruan-kekeliruannya, menutup aib-aibnya, berbaik sangka kepadanya, jika saudaranya berbuat maksiat dengan diam-diam atau terang terangan maka ia tidak memutus persaudaraan dengannya, tidak membatalkan persaudaraannya, namun ia tetap menunggu taubatnya. Jika saudaranya tetap bertahan berbuat maksiat, ia boleh memutus persaudaraan dengannya, atau tetap mempertahankan persaudaraan dengannya dengan memberikan nasihat kepadanya, dan terus mengingatkannya dengan harapan saudaranya bertaubat, kemudian Allah Ta‘ala menerima taubatnya. Abu Ad-Darda' ra berkata, "Jika saudaramu berubah, maka engkau jangan meninggalkannya karena hal tersebut, karena saudaramu itu terkadang menyimpang, namun pada kesempatan lain ia berada di atas jalan yang lurus."

6.  Memenuhi hak ukhuwwah (persaudaraan) dengan menguatkannya dan mempertahankan perjanjiannya, karena memutus ukhuwwah itu membatalkan pahala ukhuwwah. Jika ia meninggal dunia, ia mentransfer hubungan ukhuwwah ini kepada anak-anaknya, dan sahabat-sahabat yang setia kepadanya untuk menjaga ukhuwwah, dan setia kepada saudaranya. Rasulullah saw. memuliakan wanita tua, kemudian beliau ditanya tentang sikapnya tersebut, maka beliau bersabda, "Sesungguhnya wanita tua ini dulu sering datang kepada kami semasa Khadijah masih hidup, dan sesungguhnya memuliakan janji adalah bagian dan agama." (Diriwayatkan Al-Hakim dan ia men-shahih-kan hadits ini).

Di antara bentuk kesetiaan kepada ukhuwwah ialah ia tidak boleh bersahabat dengan musuh saudaranya, karena Imam Syafi'i Rahimahullah berkata, "Jika temanmu mentaati musuhmu, maka keduanya terlibat dalam permusuhan denganmu."

7. Tidak menyuruh saudaranya dengan sesuatu yang tidak mampu ia kerjakan, dan tidak ia senangi. Ia tidak boleh bergantung dengan harta atau jabatan saudaranya, dan tidak menyuruhnya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan, karena asas ukhuwwah ialah karena Allah Ta‘ala. Oleh karena itu, ukhuwwah ini tidak boleh diubah kepada selain Allah, misalnya untuk menarik rnanfaat dunia, atau menolak madharat dunia. Sebagaimana tidak menyuruhnya dengan sesuatu yang tidak mampu ia kerjakan, dan juga tidak boleh mengkondisikan saudaranya menyuruh dirinya mengerjakan sesuatu yang tidak mampu ia kerjakan, karena hal ini merusak ukhuwwah dan mengurangi pahala yang keduanya harapkan dari ukhuwwah. Ia bersama saudaranya harus membuang sikap pembebanan yang tidak proporsional, karena cara seperti itu menghasilkan sikap jalang yang bertentangan dengan persatuan. Disebutkan dalam atsar, "Aku, dan orang-orang bertakwa dan umat berlepas diri dari pembebanan yang tidak proporsional."

8. Mendoakan saudaranya, anak-anaknya, dan apa saja yang terkait dengannya sebagaimana ia senang mendoakan dirinya, anak-anak kandungnya, dan apa saja yang terkait dengannya, sebab seseorang tidak berbeda dengan saudaranya karena persaudaran telah menyatukan keduanya. Oleb karena itu, ia harus mendoakan saudaranya baik dalam keadaan hidup, atau mati, atau tidak ada di tempat, atau berada di tempat. Rasulullah saw. bersabda,

"Jika seseorang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka malaikat berkata, ‘Engkau juga mendapatkannya'." (Diriwayatkan Muslim).

Salah seorang dari orang-orang shalih berkata, "Mana perumpamaan seorang saudara yang shalih? Jika salah satu keluarga seseorang meninggal dunia, maka keluarganya pasti membagi-bagi warisannya, dan mereka menikmati harta peninggalannya. Sedang saudaranya yang shalih, ia berduka sendirian, memikirkan apa yang telah dipersembahkan saudaranya kepadanya, mendoakannya di kegelapan malam, dan memintakan ampunan untuknya sementara ia berada di bawah bintang-bintang."

text by : http://www.muslimdaily.net/opini/home/menjalin-ukhuwah.html

sedekah senyum

mari tebar pahala yang ringan dikerjakan namun sangat bermanfaat sebagai ukhuwah :D senyum senyum senyum :D (klik gambar untuk memperbesar)



“Kamu senyum kepada saudara kamu adalah sedekah “ (Riwayat Bukhari)

Di dalam hadis ini mengajarkan kepada kita supaya berakhlak mulia dan beradab sesama manusia. Berakhlak mulia adalah sifat yang amat perlu dihiasi oleh setiap umat Islam dari sekecil-kecil perkara hingga perkara yang besar. Namun malangnya ramai dikalangan kita lebih-lebih lagi orang Islam hilang akhlak, malahan orang yang bukan Islam lebih menjuarai adab yang baik sesama manusia sehingga timbul rasa kasih sayang.


Sifat yang diajarkan oleh Nabi SAW di dalam hadis ini ialah senyum. Senyuman merupakan sedekah. Sifat ini bukanlah sesuatu yang sukar untuk dicernakan dalam diri kita, namun ianya suatu sikap yang perlu diusahakan. Sikap ini hendaklah selalu dilatih. Latih dari hati untuk merasa senang dan kasih terhadap sesama kita hingga ianya akan lahir perasaan itu diwajah sekalipun kita dalam keadaan yang bermasalah. Masalah yang dihadapi bukan punca kita tidak boleh senyum kerana itu hanyalah mainan perasaan, akan tetapi senyuman adalah suatu sikap, bila ianya sudah menjadi sikap rutin, maka senyuman akan bertebaran walau hati dirundung keresahan.

Senyuman bukan hanya pada mereka yang kita kenal atau pada mereka yang dipilih, bahkan senyuman adalah milik semua. Lebih-lebih lagi terhadap tetamu kita dan orang yang berurusan dengan kita. Dengan senyuman ianya boleh meramaikan sahabat dan mengurangkan permusuhan serta jurangnya. Malah boleh menyuburkan suasana harmoni, kasih sayang, serta penawar yang mujarab dalam menyelesaikan masalah hubungan sesama manusia. Inilah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan di ajarkan kepada kita.

Tetapi, senyuman juga harus diperhatikan, jangan senyum bukan pada tempatnya serta dengan tujuan dan niat maksiat seperti senyum antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram hingga lahir perasaan yang salah. Justeru pandailah memilih yang mana baik dan buruk untuk diamalkan. Jangan sampai senyuman sedekah menjadi bala dan maksiat. Ini hanyalah sia-sia.

Senyumlah dan jadikan senyuman itu sikap kita, insyaALLAH dapat pahala sedekah, amal soleh, menghidupkan sunnah, melahirkan kemesraan dan inilah yang dikatakan ISLAM AGAMA MAHABBAH (kasih sayang ). WALLAHU’ALAM.

text by : http://qriuz.blogspot.com/2011/05/senyum-adalah-sedekah.html

Kamis, 26 Juli 2012

first picture

bismillahirrahmanirrahim... mencoba menggambar pertama kali lewat "paint" di komputer, ini gambar seorang gadis kecil yang baru belajar shalat, tapi sudah merasa ada cinta di hatinya untuk Allah dan dia sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, gambarnya agak kaku karena menggunakan mouse, hasilnya lumayan berantakan (^_^) afwan (klik gambar untuk memperbesar)





Tahukah kita, jantung yang ada dalam tubuh adalah alat pemompa yang amat menakjubkan. la bekerja terus tanpa henti sejak minggu ke-4 dari kehidupan manusia (di dalam rahim) hingga kernatiannya. Jika seseorang berumur 60 tahun, berarti selama itulah jantungnya tidak pernah berhenti bekerja memompa darah. Adakah pompa di dunia ini yang tahan bekerja selama 60 tahun tanpa henti?.
Jantung manusia beratnya tidak lebih dari 250 gram. la berdenyut 70 kali permenit atau 100 ribu kali perhari. la menyemprotkan darah sebanyak 5 liter permenit atau 1.5 juta gal lon pertahun—meskipun darah yang disemprotkan adalah yang itu-itu juga. Alat pemompa yang menakjubkan ini mengirimkan darah ke selaput nadi, urat syaraf, dan pembuluh darah, yang jika semua itu diletakkan secara berurutan pada sebuah garis lurus maka panjangnya bisa mencapai 60-100 ribu mil!.
Tahukah kita, Galaksi Bimasakti hanyalah salah satu galaksi (gugusan bintang) di dalam sistem tatasurya kita. Galaksi Bimasakti terdiri dari sekitar 200 miliar bintang. Para astronom memperkirakan bahwa di alam raya ini terdapat miliaran galaksi, dengan sekitar 1.000 triliun planet dan bintang. Setiap bintang atau galaksi berjalan pada orbitnya dengan kecepatan kira-kira 65.000 km perdetik. Di antara bintang-bintang itu ada yang berukuran ribuan kali besar matahari, yang jaraknya dari bumi adalah jutaan tahun cahaya. Satu tahun cahaya kira-kira 9.416 miliar km atau sekitar 10.000 tahun!. Itulah di antara tanda-tanda kemahakuasaan Allah. Itulah ayat-ayat kauniyyah-Nya. Semua ayat-ayat kauniyyah itu pada akhirnya meneguhkan klaim Allah SWT sendiri:

Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dengan main-main (QS al-Anbiya’ [21]: 16). 

Benar, Allah SWT tidak pernah bermain-main. Sebagaimana kata Einstein, Tuhan tidak sedang bermain dadu ketika menciptakan jagat raya ini. Artinya, Allah menciptakan seluruh jagad raya ini dengan sungguh-sungguh.
Allah SWT juga tentu tidak main-main ketika menurunkan ayat-ayat qawliyyah-Nya., yakni al-Quran. Al-Quran tidak lain adalah kalam (firman) Allah, Zat Yang Mahakuasa. Di dalamnya tidak secuil pun cacat-cela, yang membuktikan bahwa al-Quran— sebagaimana klaim-Nya—benar-benar berasal dari sisi-Nya:

”Tidakkah kalian memperhatikan al-Quran? Seandainya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka bakal menjumpai banyak pertentangan di dalamnya” (QS an-Nisa’ [4]: 82).

Jika Allah tidak pernah main-main dengan ayat-ayat kauniyyah-Nya. (penciptaan alam semesta), juga dengan ayat-ayat qawliyyah-Nya. (al-Quran), kita mendapati manusia malah sering ‘bermain-main’ dan mempermainkan ayat-ayat Allah. Ketika Allah tidak pernah main-main menciptakan jagad raya ini, termasuk manusia, kita mendapati banyak manusia justru sering ‘bermain-main’ dengan kehidupannya; tidak serius dan bersungguh-sungguh menjalani tugasnya sebagai hamba Allah, yakni beribadah kepada-Nya dalam makna yang seluas-luasnya. Padahal bukankah ibadah (pengabdian kepada Allah) merupakan raison d’etre penciptaan manusia? Allah SWT berfirman:

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS adz-Dzariyat [51]: 56).

Sebagai Muslim, kita tentu patut meneladani Nabi Muhammad saw. dan para Sahabatnya, yang senantiasa menjalani kehidupan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, tanpa pernah bermain-main; terutama dalam urusan ibadah, dakwah, dan jihad. Dalam urusan ibadah, kita tahu, Nabi Muhammad saw. adalah orang yang paling banyak melakukannya. Nabi saw. tidak pernah meninggalkan shalat malam, bahkan hingga kakinya sering bengkak-bengkak karena lamanya berdiri ketika shalat. Nabi pun orang yang paling banyak berpuasa, bahkan puasa wishal, karena begitu seringnya Beliau tidak menjumpai makanan di rumahnya. Nabi juga adalah orang yang paling banyak bertobat, tidak kurang dari 100 kali dalam sehari, padahal Beliau adalah orang yang ma ‘shum (terpelihara dari dosa) dan dijamin masuk surga.
Meski tidak sehebat Nabi saw., para Sahabat adalah orang-orang yang paling istimewa ibadahnya setelah Beliau, tidak ada yang melebihi mereka. Mereka, misalnya, adalah orang-orang yang pal ing banyak mengkhatamkan al-Quran, paling tidak sebulan sekali, bahkan ada yang kurang dari itu. Menurut Utsman bin Affan ra., banyak Sahabat yang mengkhatamkan al-Quran seminggu sekali. Mereka antara lain Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Kaab, dan Zaid bin Tsabit. Ustman ra. sendiri sering mengkhatamkan al-Quran hanya dalam waktu semalam. Itu sering ia lakukan dalam shalat malam.
Semua itu menunjukkan bahwa Nabi saw. dan para Sahabat adalah orang-orang yang senantiasa serius dan bersungguh-sungguh dalam urusan ibadah; mereka tidak pernah main-main.
Bagaimana dengan dakwah mereka? Jangan ditanya. Nabi saw. dan para Sahabat adalah orang-orang yang telah menjadikan dakwah sebagai jalan hidup sekaligus ‘jalan kematian’ mereka. Dengan kata lain, mereka hidup dan mati untuk dakwah. Sebagian besar usia mereka, termasuk harta dan jiwa mereka, diwakafkan di jalan dakwah demi menegakkan kalimat-kalimat Allah.
Bagaimana dengan jihad mereka? Para Sahabat, sebagaimana sering diungkap, adalah orang-orang yang mencintai kematian (di jalan Allah) sebagaimana orang-orang kafir mencintai kehidupan. Amr bin Jamuh hanyalah salah seorang Sahabat, di antara ribuan Sahabat, yang mencintai kematian itu.
Dikisahkan, ia adalah orang yang sering dihalang-halangi untuk berjihad oleh saudara-saudaranya karena kakinya pincang. Rasul pun telah membolehkan-nya untuk tidak ikut berjihad karena ‘udzur-nya. itu. Namun, karena keinginan dan kecintaannya yang luar biasa pada syahadah (mati syahid), ia terus mendesak Rasul agar mengizinkannya berperang. Akhirnya, Rasul pun mengizinkannya. Dengan penuh kegembiraan, Amr pun segera berlari menuju medan perang, berjibaku dengan gigih melawan musuh, hingga akhirnya terbunuh sebagai syahid.
Itulah secuil fragmen keseriusan dan kesungguhan salafusshalih dalam menjalani kehidupannya. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita serius dan bersungguh-sungguh dalam hidup ini? Ataukah kita masih mengisi hidup ini dengan main-main? Na’udzu billah min dzalik
alhamdulillaah ^_^

text by : http://asysyifawalmahmuudiyyah.wordpress.com/2010/06/18/bersungguh-sungguh-dalam-ibadah/





Selasa, 03 Juli 2012

kesempurnann berbalut kelemahan

aku melihat senyum mereka...

aku awalnya tidak berfikir bahwa
mereka memiliki senyum yang sempurna...
awalnya aku hanya membalas senyum
tulus itu dengan senyum tulusku seadanya...
namun mereka malah memberiku cinta...

awalnya aku tak sadar akan hal itu,
namun tanpa sadarpun aku membalas cinta mereka berkali lipat...

mereka sosok wanita yang penuh dengan kelemahan,
kekurangan, dan memiliki banyak beban yang tak tampak...
namun di balik itu semua, aku menelusur kedalam tirai hati mereka,
dan kudapati ketulusan dan cinta yang sepurna dari sosok yang berbalut kelemahan ini

jilbab berkibaran...
salam bersautan...
tilawah diudarakan...
dakwah dititipkan, oleh hati pada hati...
senyum berbalasan...
dan cinta ditebarkan...

aku merasa bertarikan hati pada mereka,
aku merasa ingin selalu memeluk mereka,
tanpa pernah ku tau besarnya rasa ini apakah akan berbalaskan?



Rabithah: dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua kekayaan yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka, sesungguhnya Dia Maha Gagah, lagi Maha Bijaksana...

nasyid malam ini, Doa Rabithah

Doa Rabithah

Album :
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com


Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Ini amalan yang paling Allah cinta

"Abdullah (bin Mas’ud) RA berkata, “Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama) Beliau bersabda, 
‘Shalat pada waktunya’ 
Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ 
Beliau bersabda, 
‘Berbakti kepada kedua orang tua.’
 Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’?
 Beliau bersabda, 
‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ Ia berkata, 
“Beliau menceritakan kepadaku. (Dalam satu riwayat: “Saya berdiam diri dari Rasulullah.”) Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya.” (H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari)"

1. Solat, jalani dengan ikhlas, tepat waktu, dengan wudu yang benar, tanpa berniat riya untuk manusia, diresapi makna nya, jadikan pembersih diri seperti layaknya mandi lima kali sehari.

2. Bakti pada orang tua, kita tau orang tua kita manusia biasa yang punya kekurangan dan kelebihan, banyak pula yang tak sejalan dengan keinginan kita, namun jangan lupa, hadir nya kita di rahim ibu adalah kebahagiaan saat itu bagi mereka yang menanti nanti kita, sehat nya tumbuh kembang kita saat menjadi janin adalah kebahagiaan tambahan nya, lahirnya kita di dunia ini adalah kebahagiaan terbesar membawa tangis haru bagi mereka, merawat dan memberi semua yang mereka bisa beri dari awal hari pertama kita lahir sampai saat ini, memastikan kita tidak sakit, tidak mati, tidak lemah, tidak gelisah, walau kita sulit di urus, memastikan kita tumbuh normal dan baik, sampai akhirnya kita sama-sama menjadi manusia dewasa yang kadang bersebrangan pendapat, jangan benci mereka, kita telah terlupa semua kenangan kecil dengan mereka, ketika kita disayangi dan dimanja, tetap sayangi dan layani orang tua bahkan walau pun mereka bukan orang islam.

3. Jihad di jalan Allah, berjuang dengan segala ujian kehidupan masing masing yang telah Allah pilihkan jalan kisah berbeda setiap manusia, berbeda cerita sedih, berbeda cerita bahagia nya, berbeda jalan jihad/perjuangan nya, ada yang berjuang demi nafkah halal yang terasa sangat sulit didapat, ada yang berjuang menjaga diri dari syahwat saat masih belum bisa menikah, ada yang berjuang melawan penyakit, ada yang berjuang melawan lelah dan keputus-asaan amanah hidup, berjuang sabar belum terkabul doa doa, berjuang berdakwah mengajak orang pada kebaikan, berjuang melawan keburukan walau nyawa taruhan nya, berjuang melawan diri sendiri yang ingin melakukan maksiat, berjuang agar setiap episode kehidupan terus dalam ridho Allah.

nasyid pagi ini, bingkai kehidupan

Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
'kan menjadi saksi pengorbanan

Reff :
Allahu ghaayatunaa
Ar-Rasuulu qudwatunaa
Al-Qur'aanu dusturunaa
Al-Jihadu sabiiluna
Al-Mautu fii sabilillah
Asma amaanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Al Qur'an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

nasyid hari ini, Sebelum Terlena

Album : Keizinan Mu
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com




Sebelum mata terlena
Di buaian malam gelita
Tafakurku di pembaringan
Mengenangkan nasib diri

Yang kerdil lemah yang bersalut dosa
Mampukah ku mengharungi titian sirat nanti
Membawa dosa yang menggunung tinggi
Terkapai ku mencari limpahan hidayah Mu

Agar terlerai kesangsian hati ini
Sekadar air mata tak mampu membasuhi dosa ini

Sebelum mata terlena
Dengarlah rintihan hati ini
Tuhan beratnya dosa ku
Tak daya ku pikul sendiri

Hanyalah rahmat dan kasih sayang Mu
Yang dapat meringankan hulurkan maghfirah Mu
Andainya esok bukan milik ku lagi
Dan mata pun ku tak pasti akan terbuka lagi

Sebnelum berangkat ke daerah sana
Lepaskan beban ini
Yang mencengkam jiwa dan raga ku

Selimut diri ku
Dengan sutra kasih sayang Mu
Agar lena nanti ku mimpikan
Syurga yang indah abadi

Pabila ku terjaga
Dapat lagi ku rasai
Betapa harumnya
Wangian syurga firdausi oh Ilahi

Disepertiga malam
Sujud ku menghambakan diri
Akan ku teruskan pengabdian ku pada Mu

Bangkitkan semangat juang muslimah (Holaqoh 02072012)

aku dan menty2 lain pergi ke ragunan dalam acara mentoring run away, kita semua seneng banget jalan2 bareng, mentoring (sekitar satu jam), terus nge-game yang dibuat sama kaka Amal (mentor tersayang) (^_^)
isi materi:

kewajiban muslimah pada diri sendiri :
1. lahiriyah, jaga diri kita dari hal buruk, tutup dan jaga aurat kita secara syumul (menyeluruh), jangan sampai ghazul fikir (perang fikiran) dari pengaruh orang jahat mengalahkan kita, waspada karena ghazul fikir telah merambah ke lingkungan kita, bahkan mereka memodifikasi penutup aurat hingga tidak lagi sesuai syariat.


2. batiniah, bisa disebut juga iner beauty,  itu bisa terlihat dari tutur kata kita, sikap, perilaku, akhlak yang mulia, kita bisa belajar dari majelis ilmu atau mentoring seperti sekarang, cari teman yang baik dalam hal agama dan seperjuangan dalam islam, cari jati diri di dalam lembaga2 Allah seperti ini.












kewajiban muslimah pada lingkungan dan masyarakat :
kita perlu bersosialisasi, selalu tersenyum, rangkul masyarakat dari kalangan manapun, perlihatkan kalau kita bisa jadi bagian dari mereka, membaur tapi tak melebur, mewarnai mereka tapi kita tak diwarnai mereka, dekat dengan target dakwah kita, buat mereka nyaman berada di dekat kita, ajak mereka kepada kebaikan, ajak mereka kembali pada Allah dan Rosul.

kewajiban muslimah pada islam :
apa pengorbanan kita pada islam? mungkin saat ini yang bisa kita banggakan adalah hijab kita, kita menjaga kemuliaan (Izzah) kita, kita patuhi perintah Allah.

pra islam wanita adalah :
di Romawi: wanita dianggap SETAN
di Yunani: wanita dianggap BUDAK
di bangsa Arab jahiliah : wanita dianggap AIB, bayi perempuan yang baru lahir diKUBUR HIDUP-HIDUP

lalu islam datang: memuliakan kita, manjaga kita, memberi banyak keutamaan, Rosul memberi banyak hadis yang indah untuk menjaga dan memuliakan kita (lebih lengkap, cari di google) subhanallah...

muslimah tidak harus selalu di rumah, islam tidak membatasi kegiatan manusia yang membawa pada kebaikan, banyak contoh shahabiyah yang tangguh, di antaranya adalah, Nusaibah, Nayla istri Usman bin Affan, dan Khaulah

(( Nusaibah si Jago Pedang
Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang mulia berdiri di puncak bukit Uhud dan memandang musuh yang merangsek maju mengarah pada dirinya. Beliau memandang ke sebelah kanan dan tampak olehnya seorang perempuan mengayun-ayunkan pedangnya dengan gagah perkasa melindungi dirinya. Beliau memandang ke kiri dan sekali lagi beliau melihat wanita tersebut melakukan hal yang sama – menghadang bahaya demi melindungi sang pemimpin orang-orang beriman.
Kata Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam kemudian, "Tidaklah aku melihat ke kanan dan ke kiri pada pertempuran Uhud kecuali aku melihat Nusaibah binti Ka'ab berperang membelaku."
Memang Nusaibah binti Ka'ab Ansyariyah demikian cinta dan setianya kepada Rasulullah sehingga begitu melihat junjungannya itu terancam bahaya, dia maju mengibas-ngibaskan pedangnya dengan perkasa sehingga dikenal dengan sebutan Ummu Umarah, adalah pahlawan wanita Islam yang mempertaruhkan jiwa dan raga demi Islam termasuk ikut dalam perang Yamamah di bawah pimpinan Panglima Khalid bin Walid sampai terpotong tangannya. Ummu Umarah juga bersama Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dalam menunaikan Baitur Ridhwan, yaitu suatu janji setia untuk sanggup mati syahid di jalan Allah.
Nusaibah adalah satu dari dua perempuan yang bergabung dengan 70 orang lelaki Ansar yang berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam. Dalam baiat Aqabah yang kedua itu ia ditemani suaminya Zaid bin Ahsim dan dua orang puteranya: Hubaib dan Abdullah. Wanita yang seorang lagi adalah saudara Nusaibah sendiri. Pada saat baiat itu Rasulullah menasihati mereka, "Jangan mengalirkan darah denga sia-sia."
Dalam perang Uhud, Nusaibah membawa tempat air dan mengikuti suami serta kedua orang anaknya ke medan perang. Pada saat itu Nusaibah menyaksikan betapa pasukan Muslimin mulai kocar-kacir dan musuh merangsek maju sementara Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam berdiri tanpa perisai. Seorang Muslim berlari mundur sambil membawa perisainya, maka Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam berseru kepadanya, "berikan perisaimu kepada yang berperang." Lelaki itu melemparkan perisainya yang lalu dipungut oleh Nusaibah untuk melindungi Nabi.
Ummu Umarah sendiri menuturkan pengalamannya pada Perang Uhud, sebagaimana berikut: "…saya pergi ke Uhud dan melihat apa yang dilakukan orang. Pada waktu itu saya membawa tempat air. Kemudian saya sampai kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang berada di tengah-tengah para sahabat. Ketika kaum muslimin mengalami kekalahan, saya melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam, kemudian ikut serta di dalam medan pertempuran. Saya berusaha melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dengan pedang, saya juga menggunakan panah sehingga akhirnya saya terluka."
Ketika ditanya tentang 12 luka ditubuhnya, Nusaibah menjawab, "Ibnu Qumaiah datang ingin menyerang Rasulullah ketika para sahabat sedang meninggalkan baginda. Lalu (Ibnu Qumaiah) berkata, ‘mana Muhammad? Aku tidak akan selamat selagi dia masih hidup.' Lalu Mushab bin Umair dengan beberapa orang sahabat termasuk saya menghadapinya. Kemudian Ibny Qumaiah memukulku."
Rasulullah juga melihat luka di belakang telinga Nusaibah, lalu berseru kepada anaknya, "Ibumu, ibumu…balutlah lukanya! Ya Allah, jadikanlah mereka sahabatku di surge!" Mendengar itu, Nusaibah berkata kepada anaknya, "Aku tidak perduli lagi apa yang menimpaku di dunia ini."
Subhanallah, sungguh setianya beliau kepada baginda Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam.


Khaulah binti Azur (Ksatria Berkuda Hitam)
Siapa Ksatria Berkuda Hitam ini? Itulah Khaulah binti Azur. Dia seorang muslimah yang kuat jiwa dan raga. Sosok tubuhnya tinggi langsing dan tegap. Sejak kecil Khaulah suka dan pandai bermain pedang dan tombak, dan terus berlatih sampai tiba waktunya menggunakan keterampilannya itu untuk membela Islam bersama para mujahidah lainnya.
Diriwayatkan betapa dalam salah satu peperangan melawan pasukan kafir Romawi di bawah kepemimpinan Panglima Khalid bin Walid, tiba-tiba saja muncul seorang penunggang kuda berbalut pakaian serba hitam yang dengan tangkas memacu kudanya ke tengah-tengah medan pertempuran. Seperti singa lapar yang siap menerkam, sosok berkuda itu mengibas-ngibaskan pedangnya dan dalam waktu singkat menumbangkan tiga orang musuh.
Panglima Khalid bin Walid serta seluruh pasukannya tercengang melihat ketangkasan sosok berbaju hitam itu. Mereka bertanya-tanya siapakah pejuang tersebut yang tertutup rapat seluruh tubuhnya dan hanya terlihat kedua matanya saja itu. Semangat jihad pasukan Muslimin pun terbakar kembali begitu mengetahui bahwa the Black Rider, di penunggang kuda berbaju hitam itu adalah seorang wanita!
Keberanian Khaulah teruji ketika dia dan beberapa mujahidah tertawan musuh dalam peperangan Sahura. Mereka dikurung dan dikawal ketat selama beberapa hari. Walaupun agak mustahil untuk melepaskan diri, namun Khaulah tidak mau menyerah dan terus menyemangati sahabat-sahabatnya. Katanya, "Kalian yang berjuang di jalan Allah, apakah kalian mau menjadi tukang pijit orang-orang Romawi? Mau menjadi budak orang-orang kafir? Dimana harga diri kalian sebagai pejuang yang ingin mendapatkan surga Allah? Dimana kehormatan kalian sebagai Muslimah? Lebih baik kita mati daripada menjadi budak orang-orang Romawi!"
Demikianlah Khaulah terus membakar semangat para Muslimah sampai mereka pun bulat tekad melawan tentara musuh yang mengawal mereka. Rela mereka mati syahid jika gagal melarikan diri. "Janganlah saudari sekali-kali gentar dan takut. Patahkan tombak mereka, hancurkan pedang mereka, perbanyak takbir serta kuatkan hati. Insya Allah pertolongan Allah sudah dekat.
Dikisahkan bahwa akhirnya, karena keyakinan mereka, Khaulah dan kawan-kawannya berhasil melarikan diri dari kurungan musuh! Subhanallah…


Nailah si Cantik yang Pemberani
Nailah binti al-Farafishah adalah istri Khalifah Ustman bin Affan. Dia terkenal cantik dan pandai. Bahkan suaminya sendiri memujinya begini: "Saya tidak menemui seorang wanita yang lebih sempurna akalnya dari dirinya. Saya tidak segan apabila ia mengalahkan akalku." Subhanallah!
Mereka menikah di Madinah al-Munawwarah dan sejak itu Ustman kagum pada tutur kata dan keahlian Nailah di bidang sastra. Karena cintanya, Ustman paling senang memberikan hadiah untuk istrinya itu. Mereka punya satu orang anak perempuan, Maryan binti Ustman.
Ketika terjadi fitnah yang memecah belah umat Islam pada tahun 35 Hijriyah, Nailah ikut mengangkat pedang untuk membela suaminya. Seorang musuh menerobos masuk dan menyerang dengan pedang pada saat Ustman sedang memegang mushaf atau Al Qur'an. Tetesan darahnya jatuh pada ayat 137 surah Al Baqarah yang berbunyi, "Maka Allah akan memelihara engkau dari mereka."
Seseorang pemberontak lain masuk dengan pedang terhunus. Nailah berhasil merebut pedang itu namun si musuh kembali merampas senjata itu, dan menyebabkan jari-jari Nailah terputus Ustman syahid karena sabetan pedang pemberontak. Air mata Nailah tumpah ruah saat memangku jenazah sang suami. Ketika kemudian ada musuh yang dengan penuh kebencian menampari wajah Ustman yang sudah wafat itu, Nailah lalu berdoa, "Semoga Allah menjadikan tanganmu kering, membutakan matamu dan tidak ada ampunan atas dosa-dosamu!"
Dikisahkan dalam sejarah bahwa si penampar itu keluar dari rumah Ustman dalam keadaan tangannya menjadi kering dan matanya buta!
Sesudah Ustman wafat, Nailah berkabung selama 4 bulan 10 hari. Ia tak berdandan dan berhias dan tidak meninggalkan rumah Ustman ke rumah ayahnya.
Nailah memandang kesetiaan terhadap suaminya sepeninggalnya lebih berpengaruh dan lebih besar dari apa yang dilihatnya terhadap ayahnya, saudara perempuannya, ibunya dan juga kerabatnya. Ia selalu mendahulukan keutamaannya, mengingat kebaikannya di setiap tempat dan kesempatan. Ketika Ustman terbunuh, ia mengatakan, "Sungguh kalian telah membunuhnya padahal ia telah menghidupkan malam dengan Al Qur'an dalam rangkaian rakaat."
Subhanallah yah, ternyata umat muslim juga memiliki jagoan wanita yang memang nyata adanya, semoga kita, para muslimah dapat mengambil teladan dari mereka, aamiin. by: http://arrahmah.com/read/2011/10/06/15615-para-jagoan-wanita-di-zaman-rasulullah-saw.html )) (lebih lengkap, cari di google)

saat ini musuh islam memerangi kita dengan perang pemikiran (ghazul fikir), mari kita angkat senjata kita untuk memerangi mereka, bisa lewat suara kita, bisa lewat kesuksesan kita, bisa lewat tegaknya syariat di seluruh dunia. mari bersama bersemangat tegakan dan suarakan Agama ALLAH

materi: kewajiban muslimah
pemateri: Diah Anggraini
moderator: Amalia Ika Paristu

by: ARINI INDI KHAIR

Siap-siap sambut ramadhan yuk! (Holaqoh 29062012)

apa aja sih yang harus kita siapkan untuk menyambut bulan suci ramadan? masa sih ga ada persiapan? kita harus sambut bulan ramadan dengan persiapan yang matang dan dengan hati yang senang (^_^)

persiapan pertama, iman:
  1. mari kita bermuhasabah (merenung) tiap malam menghisab (menghitung2) diri kita sendiri sebelum kita dihisab (dihitung) oleh Allah di yaumul hisab (hari perhitungan), kita hitung2 apa aja sih yang udah kita lakukan selama ini? dosa apa aja yang udah kita perbuat selama ini, sebagai bahan pelajaran untuk diri kita sendiri.
  2. berdoa pada Allah agar kita bisa sampai pada bulan ramadan, bisa melewatinya dengan sebaik mungkin.
  3. kita mendekat pada Al-qur'an, baca lalu tadaburi (pahami dan renungi artinya)
  4. menghidupkan qiyamullail (shalat malam)
  5. terus menerus berzikir (mengingat Allah)



persiapan kedua, jihad:
  1. berusaha melawan hawa nafsu.
  2. berusaha hidup sederhana dan tidak berlebihan.
  3. siapkan tenaga kita, dengan berolah raga atau berpuasa sunah agar terbiasa semakin kuat menjalani ujian ramadhan.












          persiapan ketiga, mental:
  1. hidupkan sunah-sunah Rosulullah, seperti infaq, shalat malam, al-ma'surat dll (sisihkan rizki kita, kuatkan niat kita, biasakan kebaikan)
  2. tanamkan dalam diri bahwa kita harus membuka lembaran baru yang lebih baik lagi.
  3. bersilaturahmi, menghidupkan nilai-nilai ukhuwah.

persiapan keempat, ilmu:

membaca dari buku islami, mendengar dan menghadiri majelis ilmu atau belajar dari sumber lainnya untuk mempelajari:
  1. semua tentang puasa
  2. semua tentang berdakwah
  3. semua tentang akhlak
  4. semua tentang islam.








mari kita sambut  bulan yang sangat berkah ini dengan persiapan yang matang sehingga kita bisa menjalaninya dengan ikhlas dan bahagia (^_^)

salam ukhuwah...

tempat: di mushala FEB lantai 5
moderator: Kak Fitria
pemateri: Kak Amal
isi materi: persiapan ramadhan
hot news dari moderator: mentri kesehatan yang mensosialisasikan kondom... masya Allah

by: ARINI INDI KHAIR